The Master-Edy Prasetyo (Produser Expedition)

Q: Bagaimana pemahaman arti ide menurut anda?

E: Ide menurut saya adalah satu gagasan, atau satu rencana dari sebuah karya yang siap dituangkan atau di impelementasikan menjadi satu hasil karya atau hasil kerja, atau pengimplementasian dari sebuah kerangka karya menjadi karya yang lebih nyata.

Q: Bagaimana pemahaman arti konsep menurut anda?

E: Konsep menurut saya adalah satu gagasan atau rencana kerja atau karya yang siap dituangkan dalam bentuk kerja atau karya yang diciptakan melalui tahapan tahapan perencanaan yang matang.

Q: Bagaimana cara / strategi anda untuk mewujudkan ide dan konsep di dalam setiap karya yang dihasilkan?

E: Dalam strategi memerlukan planning, organizing, dan controlling di mana kita harus merancang hal-hal yang kita pikirkan kemudian dituangkan berdasarkan karya yang diciptakan. Intinya berhuibungan dengan ssesuatu yang kita manage.

Q: Bagaimana ukuran suatu ide dan konsep dianggap bernilai, baik dilihat atau ditinjau dari sisi idealisme dan bisnis?

E: Bekerja dalam media, idealisme dan bisnis menjadi tolak ukur. Namun, beruntungnya saya berada di program documenter ini yaitu karena saya harus dituntut melakukan idealisme saya tidak hanya mengejar keuntungan atau rating dari penonton. Meskipun masyarakat lebih banyak menonton sinetron dan pengiklan berbondong-bondong ke sana, kami tetap didatangi oleh pengiklan sebab ada pengiklan yang tidak merujuk kepada rating. Tapi bagi saya dan program saya idealisme serta bisnis berjalan seimbang karena program-program documenter seperti ekspedition, oasis, archipelago murni dari keinginan kami bukan keinginan perusahaan dan keuntungannya bagi perusahaan adalah kita memperlihatkan kepedulian terhadap lingkungan dan feature kepada masyarakat khususnya bagi generasi muda.

 

Q: Bagaimana pendapat anda tentang dunia ide dalam industri kreatif (dunia penciptaan) di Indonesia?

E: Dunia kreatif dan penciptaan di indonesia sangat berkembang pesat hal itu terbukti dan dibuktikan dengan banyaknya karya karya yang dituangkan baik itu dari bentuk program karya bisnis serta karya-karya lainnya yang dapat menggugah dan menarik perhatian masyrakat. Tetapi ada baiknya program-program saat ini lebih dikemas agar content-nya lebih informatif dan tetap ada unsur edukasinya.

Q: Apa yang melatarbelakangi bapak memilih bekerja di industri tv?

E: Kenapa saya memilih bekerja di industri tv (metro tv) karena kecintaan saya terhadap alam dan lingkungan di sekitar saya dari kecil saya di suruh oleh orang tua saya untuk menonton flora dan fauna, membaca buku tentang flora dan fauna sebab ayah saya bekerja di kehutanan. Ketika saya SMA saya suka naik gunung dan saya ingin menyelam tapi ibu saya tidak mengizinkan saya menyelam. Akhirnya saya mendaftar di sekolah selam dan mendapatkan sertifikat international. Padahal SMA saya dari pariwisata karena cita-cita saya awalnya ingin menjadi tour guide, dan saya sempat menjadi tour guide para turis beberapa tahun tapi saya mulai bosan dan saya kuliah di IKJ jurusan cinematografi hanya 1,5 tahun kemudian saya bekerja di perusahaan asing dan dari situlah muncul kembali keinginan saya untuk bekerja di alam dan ada lowongan pekerjaan dari metro saat itu dan saya berpikir metro merupakan wadah yang tepat untuk menampung idealisme saya, akhirnya saya bekerja di metro tv.

Q: Apa keunggulan dan keunikan program yang bapak tangani dibandingkan program-program lainnya?

E: Keunggulan dari program kami ini yaitu lebih mengedepankan idealisme dibandingkan rating tapi program ini laku dijual dan ratingnya lebih tinggi dibandingkan program documenter di stasiun tv lainnya. Sebab program kami memiliki content yang beredukasi tentang alam dan lingkungan sekitar. Selain itu kami selalu menjalin hubungan baik dengan cara menjalin kepercayaan kepada narasumber-narasumber yang akan kami jadikan objek documenter sehingga terciptalah sebuah link.

Q: Setiap program yang bapak buat, apakah ada berpengaruh atau bereferensi dari program lain?

E: Tidak ada idea tau program yang orisinil atau murni. Sedangkan program-program kami bereferensi dari national geography, discovery channel, BBC knowledge tapi bukan manyontek melainkan kami melihat alur ceritanya dan angle kameranya. Lalu kami kemas dengan khas program kami masing-masing.

 

Q: Apa saja kesulitan yang bapak alami di setiap program yang bapak buat dan bagaimana cara bapak mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut?

E: Kesulitan banyak itu harus dijadikan sebuah tantangan dengan cara kita bias berkompromi baik dengan si narasumber. Misalnya, berhubungan dengan uang, budget yang di kasih oleh kantor untuk produksi  tidak banyak sedangkan program harus tetap dibuat, kita sedikit membujuk narasumber lah agar syuting tetap berjalan dengan tanpa mengeluarkan budget atau hanya sedikit mengeluarkan budget. Itulah pentingnya kita membuat sebuah link dalam pekerjaan kita.

Q: Bagaimana cara bapak menghidupkan sebuah program agar dapat bertahan lama dan tetap ditonton oleh masyarakat?

E: Televisi itu akan di tonton jika sifatnya berhubungan dengan hal-hal yang kebaruan. Oleh sebab itu kita harus bias membuat program yang content-nya selalu baru dan baru agar tidak membuat pemirsa yang menonton jenuh atau bosan. Kita juga harus selalu menjalin kepercayaan dengan tim work kita karena itu penting.

Q: Jika dilihat saat ini banyak program televisi yang content-nya ‘tidak mendidik tapi asik.’ Lalu bagaimana cara bapak membuat sebuah program yang ‘mendididk tapi tetap asik’?

E: Itulah tantangannya memang ide-ide yang idealismenya tinggi cendrung membosankan tapi kita harus membuat program itu lebih segar, agak nge-pop tanpa menghilangkan unsur idealisme kita dan kita juga membutuhkan orang-orang baru, orang-orang yang idenya masih segar. Dan itu dari teman-teman yang baru lulus sekolah atau kuliah.

Advertisements

Gulte Game Show

Gulte Game Show

Merupakan salah satu games dari India yang idenya muncul dari sebuah kotak yang berisikan kertas-kertas terbang. Konsep game ini, juga unik yakni peserta yang ikut bermain terdiri atas empat peserta dan tiap-tiap peserta harus masuk ke dalam sebuah kotak yang berisikan kertas berwarna hijau, merah dan kuning yang berterbangan di dalam kotak itu.

Peserta yang bermain harus mengambil kertas yang sedang berterbangan tidak boleh mengambil kertas yang sudah jatuh di lantai. Bagi siapa yang mengambil kertasnya paling banyak maka jumlah dari kertas yang di dapat menjadi jumlah uang yang akan di bawa pulang oleh peserta. Nmaun, dengan waktu yang terbatas.

Keunikan dari game ini, setiap peserta yang akan masuk ke dalam kotak boleh mepertunjukkan kebolehannya. Selain itu peserta yang masuk ke dalam kotak akan diantarkan oleh seorang assisten cantik dan ia akan menuggu di luar kotak sampai bel tanda waktu habis berbunyi.

Konsep panggung untuk game ini pun berbeda tidak seperti game lainnya, empat peserta yang ikut bermain harus berdiri di podium yang telah disediakan di sebelah kanan panggung, sedangkan di tengah-tengah terdapat podium untuk host. Lalu di sebelah podium peserta berjarak sedikit terdapat podium untuk assiten host.

Karakter dari host ini pun lucu, ia dapat membawa suasana dengan lucu karena omongan atau lucuannya kepada peseerta yang bermain. Selain itu ekspresi wajahnya yang unik dengan adanya kumis yang tebal tidak mencerminkan ia sebagai host yang tegas atau kaku. bukan intu saja musik-musik yang di suguh pun adalah musik yang berirama nge-beat membuat semua peserta dan penonton semangat.

Angle kamera dari game ini, antara lain :

  • Medium close up yaitu pengambilan gambar dari pinggang hingga kepala dimaksudkan untuk melihat si objek tidak keseluruhannya.
  • Group shot : pengambilan gambar sekelompok orang.
  • Full shot : Pengambilan gambar secara keseluruhan, di mana in frame camera setiap objek termasuk di dalamnya.

Irma Agita

Referensi : Wahana Komputer, PT Elex Media Komputindo, Video Editing dan Video Production

Steve ryan, Fred wostbrock, The ultimate tv game show


Rube Goldberg Contest

Rude Goldberg Contest

Merupakan game show dari Tv champion, Jepang yang genrenya lebih mengarah ke skill tapi ada unsur fun juga, maka itu permainan dalam game ini sangat menarik untuk di tonton. Sebab setiap episodenya game atau contest yang ditunjukkan berbeda-beda. Salah satunya seperti contest membuat Rude Goldberg ini.

Konsep game ini sendiri yakni mmepertunjukkan skill orang-orang mengenai apa saja yang bahkan biasa  kita lakukan sehari-hari, misalnya lomba memotong cake terapi atau memotong kayu terapi atau bahkan lomba membuat Rude Goldberg ini. Dalam acara ini tidak ada host hanya ada narator atau dubber yang menginformasikan acara ini.

keunikan dari game ini juga ialah juri dari perlombaan atau permainan ini adalah orang-orang atau masyarakat di sekitar. merekalah yamg akan menilai bagus atau tidaknya sesuatu yang mereka buat itu.

Rude Goldberg itu adalah  Sebuah mesin Rube Goldberg, perangkat, atau peralatan mesin yang sengaja dibuat untuk melakukan tugas yang sangat sederhana dengan cara yang sangat kompleks.

Settingan lokasi acara ini tidak tentu tergantung lomba atau permainan yang akan ditampilkan. Kali ini lokasi di dalam studio seerti ruang pameran dan terdapat beberapa meja di dalamnya, di mana di atas meja tersebut di letakkan hasil karya mereka masing-masing. karena game ini bentuknya seperti spontanitas maka kamera person yang digunakan hanya satu orang. tapi yang mengikuti acara ini bukanlah satu orang melainkan banyak.

Angle kamera yang sering digunakan dalam game ini, antara lain :

  • Zoom in : Pengambilan gambar, di mana frame kamera maju menuju objek guna melihat objek lebih jelas.
  • Zoom out : Pengambilan gambar, di mana frame kamera mundur dari objek guna melihat objek secara ukuran normal.
  •  Low angle : yakni posisi lebih rendah daripada objek yang diambil atau pandangan dari bawah. Titik pandang akan memberi kesan tinggi dan megah.
  • Extreme close up : pengambilan gambar penuh yang di fokuskan kepada satu objek saja.

Namun, games seperti ini Indonesia belum pernah membuatnya atau melisensinya. game seperti ini sangat bagus untuk di tonton sebab jelas ada unsur edukasinya.

Irma Agita

Referensi :

Wahana Komputer, PT Elex Media Komputindo, Video Editing dan Video Production

Steve ryan, Fred wostbrock, The ultimate tv game show

http://en.wikipedia.org/wiki/Rube_Goldberg_machine


The Price Is Right

The Price is Right

Game show berasal dari Amerika ini memiliki ide yang unik yaitu menebak harga-harag barang yang ada di swalayan atau disebut permainan waralaba.

Konsep geme ini sendiri yakni kontesta bersaing untuk memenangkan hadiah non tunai dari penawaran pada harga barang yang benar atau mendekati nominalnya. Seperti, empat kontestan menempatkan tawaran tunggal pada produk awal, dalam dolar saja sebagai perusahaan produksi akan bulat dar semua harga eceran ke dolar terdekat, kontestan yang tawaran paling dekat dengan harga actual ritel produk tanpa menang atas item dan kemudian akan bermain salah satu dari beberapa mini game, yang di sebut permainan harga.

Di Indonesia game ini pun sempat di lisensi dan di tayangi oleh antv. Games seperti ini banyak membuat ibu-ibu atau perempuan-perempuan tertarik mengikuti acara ini. Sebab ibu-ibu paling banyak tahu harga-harga barang. Adapun peserta pria tetapi jarang.

Konsep panggung untuk permainan ini pun unik, di tengah-tengah panggung yang besar dan luas. Terdapat berjejer barang-barang yang masing-masing barang tertera harganya masing-masing.

Dalam game ini sendiri pastinya memiliki angel-angle kamera, seperti :

  • Establish shot : Pengambilan gambar secara keseluruhan untuk memberitahukan situasi tempat atau sebagai tanda acara baru di mulai.
  • Full shot : Pengambilan gambar secara keseluruhan, semua objek terdapat di dalamnya, fungsinya untuk memeperlihatkan semua yang ada di sana.
  • Medium shot : Pengambilan gambar dari tengah badan ke atas, biasanya pengambilan gambar ini untuk melihat objek

Bagusnya dari game ini ialah, ia dapat berhasil ,elepaskan diri dari format acara kuis yang telah digunakan dalam acara permainan lainnya.

Irma Agita

Referensi :

http://en.wikipedia.org/wiki/thepriceisright

Wahana Komputer, PT Elex Media Komputindo, Video Editing dan Video Production


Silent Library

Silent Library

Merupakan salah satu games dari Jepang yang tdenya muncul dari sebuah perpustakaan dan di setiap perpustakaan, pasti memiliki aturan tidak boleh berisik atau ribut, karena akan mengganggu kenymanan pengunjung. Maka itu dibuatlah sebuah game bernama Silent Library.

Konsep silent library ini, juga unik yakni peserta yang ikut bermain harus diam di perpustakaan dengan waktu selama mungkin tetapi selama itu mereka harus membuat permainan sendiri tetapi tidak boleh berisik atau ribut. Dalam permainan ini, peserta yang ikut tidak hanya satu atau dua orang melainkan banyak. Sebab permainan ini permainan kelompok tetapi pemenang dan yang kalah sudah pasti individu. Bagi peserta yang ikut akan digabungkan dalam sebuah meja panjang yang di atas meja tersebut diletakkan kartu berwarna putih yang jumlahnya sebanyak jumlah peserta tadi. Lalu setiap orang mengambil masing-masing satu kartu, dari banyaknya kartu hanya satu kartu yang isinya menandakan orang itulah yang kalah dalam permainan yang mereka buat. Permainannya pun bervariatif tapi lebih simple dan  berunsur konyol dan menjijkan sehingga dapat menguji peserta menjadi berisik di dalam perpustakaan tersebut.

Permainan yang dibuat pun tidak hanya satu tapi bermacam-macam, seperti mencabut bulu hidung menggunakan pinset, memakan pare, menghirup gas busuk,mesin penampar, meledakkan balon dalam baju,memukul pantat dengan pemukul bisbol, di cium kakek ompong. Jika mereka berhasil menyelesaikan permainan itu, maka barulah mereka boleh keluar dari perpustakaan itu.

Di Indonesia game seperti ini belum ada, tetapi Indonesia telah melisensi big brother di mana konsep nya hampir sama dengan silent library namun settingan lokasinya berbeda.

Angle kamera yang di gunakan yaitu :

  • Group shot : pengambilan gambar sekelompok orang.
  • Extreme close up : pengambilan gambar penuh yang di fokuskan kepada satu objek saja. Contoh :  ekspresi atau reaksi peserta yang kalah akan permainan.
  • Zoom in : Pengambilan gambar, di mana frame kamera maju menuju objek guna melihat objek lebih jelas.

Irma Agita

Referensi :

Wahana Komputer, PT Elex Media Komputindo, Video Editing dan Video Production


Very Important Games

Very Important Games

Merupakan game show dari Indonesia yang genrenya fun, maka itu permainan dalam game ini kebanyakan terdapat unsur komedi. Meskipun dari judul, games ini tidak menarik tetapi ketika melihat konsep permainannya ternyata penting banget untuk dtonoton karena tantangan yang di setting tidak mudah meskipun permainan yang disuguh terlihat sepele atau gampang.

Konsep game ini sendiri yakni sertiap segmen host akan memberikan tantangan yang berbeda-beda. Sebelum bermain peserta akan di tontonin dengan ilustrasi animasi permainan di video tape (VT), yang disediakan agar peserta mengerti memainkannya.

Tantangan-tantangan dari games ini, salah satunya :

  • Suit-suit ceplak-ceplok : di mana cara permainannya dengan menggunakan pemukul nyamuk., jika dari 2 peserta salah satunya ada yang kalah suit maka yang kalah harus cepat-cepat menggunakan helm sebab yang menang berhak memukul kepala yang kalah dengan waktu yang terbatas.

Namanya juga permainan jadi ada yang kalah dan juga menang, sedangkan yang menang akan mendapatkan hadiah dan yang kalh akan mendapatkan hukuman. Hukuman bagi yang kalh yaitu akan digelitik oleh gurita gelitik, di mana peserta akan di tahan tangan dan kakinya oleh tangan-tangan gurita dan siap digelitik.

Karena konsep games ini unik, sederhana tapi memiliki sesuatu membuat games ini cukup lama bertahan di trans tv, apalagi di dukung dengan host yang ganteng dan bisa membawa suasana permainan lebih seru ialah Ben Kasavani. Bukan itu saja yang unik dari games ini, peserta yang ikut bermain dalam game ini yakni para selebritis kita.

Konsep panggunya pun di dekor sedemikian rupa sehingga mengesankan game itu adalah games yang sangat fun, karena panggungnya di design berwarna-warni dan panggungnya pun cukup besar.

Angle kamera yang sering digunakan dalam game in, antara lain :

  • Group shot : pengambilan gambar sekelompok orang.
  • Full shot : Pengambilan gambar secara keseluruhan, semua objek terdapat di dalamnya, fungsinya untuk memeperlihatkan semua yang ada di sana.
  • Medium close up yaitu pengambilan gambar dari pinggang hingga kepala dimaksudkan untuk melihat si objek tidak keseluruhannya.

Irma Agita

Referensi :

Wahana Komputer, PT Elex Media Komputindo, Video Editing dan Video Production

Steve ryan, Fred wostbrock, The ultimate tv game show


Hole in the wall

Hole In the wall

Hole in the wall merupakan game show yang cukup mendunia, sebab ide game ini hanya berawal dari sebuah tembok yang berlubang-lubang. Konsepnya sendiri yakni terdiri atas dua kelompok yaitu kelompok biru dan kelompok merah, biasanya tiap tim terdiri atas tiga peserta, di mana pemain harus meliukkan diri untuk masuk melalui sobekan di tembok dengan ukuran sobekan 4,0 m atau 2,3 m sterefoam dan dinding itu akan bergerak ke arah peserta jika peserta akan mulai bermain. Ketika si pemain gagal melewati lubang itu maka ia akan terjatuh ke dalam kolam renang mini dan basah lah ia.

Tantangan dari game ini pun bervariatif walaupun tujuan game ini yaitu melewati tembok yang berlubang.

Jenis-jenis gameplaynya anatara lain :

  • Solo WallAfter each team is announced, the team captain is then instructed to enter the play area. Setelah setiap tim diumumkan, kapten tim ini kemudian diinstruksikan untuk masuk ke area bermain. After a three-second countdown, the wall is shown. Setelah hitungan mundur tiga detik, dinding ditampilkan. If the captain fails to “clear” the wall, either by falling into the pool or damaging the wall as it passes, the team earns zero points; “clearing” the wall earns one point. Jika kapten gagal untuk “jelas” dinding, baik dengan jatuh ke kolam renang atau merusak dinding saat lewat, tim memperoleh poin nol; “kliring” dinding mendapatkan satu titik. The opposing team captain then tries a different wall. Kapten tim lawan kemudian mencoba dinding yang berbeda.
  • Double WallThe two non-captains on each team then complete on a Double Wall. Dua non-kapten tim masing-masing kemudian menyelesaikan pada Wall Double. The team earns two points if both players clear the wall; if either player fails to clear, they earn zero points. Tim mendapatkan dua poin jika kedua pemain yang jelas dinding; jika pemain baik gagal untuk jelas, mereka mendapatkan poin nol.
  • Triple WallAll three players try to complete the Triple Wall. Semua tiga pemain mencoba untuk menyelesaikan Tembok Triple. The team scores three points if all three clear the wall. Skor tim tiga poin jika ketiga jelas dinding. If any player fails to clear, the team earns zero points. Jika setiap pemain gagal untuk menghapus, tim mendapatkan poin nol.
  • Kecepatan WallLike Round 3, all three players complete. Seperti Round 3, ketiga pemain yang lengkap. The wall moves twice as fast as before. Dinding bergerak dua kali lebih cepat seperti sebelumnya. Each player who clears the wall earns two points, for a maximum of six. Setiap pemain yang membersihkan dinding mendapatkan dua poin, untuk maksimal enam. In addition, if all three players clear the wall, they win a $5,000 bonus whether they win or lose the game. Selain itu, jika semua tiga pemain yang jelas dinding, mereka menang bonus $ 5.000 apakah mereka menang atau kalah permainan. Both teams get a chance to play for the $5,000, even if the second team has been mathematically eliminated. Kedua tim mendapatkan kesempatan untuk bermain untuk $ 5.000, bahkan jika kedua tim telah matematis dieliminasi.

The team with more points wins a guaranteed $25,000 and plays the final “Blind Wall”. Tim dengan poin lebih memenangkan $ 25.000 dijamin dan memainkan “Wall Buta” akhir. If a tie game should occur, neither team wins the $25,000 but both advance to a sudden-death version of the Blind Wall. Jika permainan dasi harus terjadi, tim tidak menang, tapi $ 25.000 baik maju ke versi-kematian mendadak Tembok Buta.

  • $ 100.000 Wall ButaOne team member, blindfolded, is guided by Brooke to the center of the play area. Satu anggota tim, ditutup matanya, dipandu oleh Brooke ke pusat area bermain. Mark then asks the audience to be quiet so that the blindfolded member can hear their teammates. Mark kemudian meminta penonton untuk tenang sehingga anggota ditutup matanya bisa mendengar rekan satu tim mereka. The two remaining team members must then direct the blindfolded member through a standard solo wall by giving verbal commands which is why the audience must be quiet. Dua anggota tim yang tersisa kemudian harus mengarahkan anggota ditutup matanya melalui dinding solo standar dengan memberikan perintah verbal yang mengapa penonton harus tenang. If the contestant clears the wall, the team wins $100,000. Jika kontestan membersihkan dinding, tim menang $ 100.000. If both teams advance to the Blind Wall, the prize is split in half and each team tries for $50,000. Jika kedua tim maju ke Tembok Buta, hadiah dibagi dua dan masing-masing tim mencoba untuk $ 50.000.

 

  • Imposso Wall : All three players of the victorious team compete. Semua tiga pemain dari tim menang bersaing. Each player holds a jigsaw puzzle and must match the shape to get the puzzle and themselves through. Setiap pemain memegang puzzle dan harus sesuai dengan bentuk untuk mendapatkan teka-teki dan diri mereka sendiri melalui. Another variation requires two of the three members to get through the wall while holding slippery balloons. Variasi lainnya membutuhkan dua dari tiga anggota untuk mendapatkan melalui dinding sambil memegang balon licin. Another Version is That one Player Is Blind Flolded, One Of Them Is Wearing Ear Muffs And A Third Player Is Wearing a Mouth Piece.

Suasana panggung game ini pun berbeda di mana konsep panggung terlihat lebih elegan karena suasan ruangan yang gelap dan disuguhi dengan banyaknya lampu-lampu sorot sehingga membuat suasana semakin meriah dan gemerlap. Di pannggung yang besar dan lebar tersebut terdapat dua layar tv besar di sebelah kanan dan kiri panggung, sedangkan di tengah-tengah panggung terdapat sebuah panggung yang bentuknya memanjang dan di tengah-tengah panggung itu terdapat kolam renang mini, di situlah garis peserta memulai permainan. Lalu di bagian kiri kanan masih ada space panggung yang tersisa di mana itu tempat untu setiap tim berdiri.

Angle kamera yang digunakan di game ini sangat sedikit, yakni :

  • Establish shot : Pengambilan gambar secara keseluruhan untuk memberitahukan situasi tempat atau sebagai tanda acara baru di mulai.
  • Full shot : Pengambilan gambar secara keseluruhan, semua objek terdapat di dalamnya, fungsinya untuk memeperlihatkan semua yang ada di sana.
  • Medium shot : Pengambilan gambar dari tengah badan ke atas, biasanya pengambilan gambar ini untuk melihat objek

 Karena ide dan konsep yang unik, maka game ini sempat di putar di beberapa stasiun televisi di dunia dengan versi yang bermacam-macam pula. Salah satunya Indonesia.

Irma Agita

Referensi :

Wahana Komputer, PT Elex Media Komputindo, Video Editing dan Video Production

Tepper ron, How to get into erntertainment business, Gramedia, Jakarta